KBI Gelar Diskusi Soal Keberagaman dan Toleransi di Gorontalo

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Header Menu

KBI Gelar Diskusi Soal Keberagaman dan Toleransi di Gorontalo

Berita 24 Indonesia
Minggu, 28 Oktober 2018
KBI Gelar Diskusi Soal Keberagaman dan Toleransi di Gorontalo

KBI Gelar Diskusi Soal Keberagaman dan Toleransi di Gorontalo

Pelatihan Juru Bicara Pancasila digelar di Imperial Hotel Gorontalo membahasi isu toleransi dan keberagaman.

KBI Gelar Diskusi Soal Keberagaman dan Toleransi di GorontaloIstimewaPelatihan Juru Bicara Pancasila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pelatihan Juru Bicara Pancasila digelar di Gorontalo. Acara tersebut digelar Imperial Hotel Gorontalo pada kemarin siang (26/1/2018) dan akan berlangsung hingga Senin (29/10/2018) besok.

Pelatihan ini juga sedang di kota Manado Sulawesi Utara.

Pelatihan ini merupakan respon sekaligus tindakan antisipasi atas memudarnya Pancasila sebagai nilai dan falsafah hidup bangsa semakin memudar.

Hasil penelitian Lingkaran Survei Indonesia (LSI Denny JA) menemukan data yang mengkhawatirkan. Sejak tahun 2005, lalu 2010, 2015 hingga 2018, warga pro Pancasila terus menurun dari 85,2 persen menuju 75.3 persen.

Selama 13 tahun terakhir, dukungan warga kepada Pancasila menurun sekitar 10 persen.

Dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunnews.com Dikki Shadiq, koordinator partner lokal mengatakan bahwa di Gorontalo isu-isu terkait toleransi dan keberagaman masih menjadi tema yang cukup asing dan jarang dibahas dalam diskusi-diskusi publik.

Sementara fasilitator Komunitas Bela Indonesia (KBI) di Gorontalo, Milastri Muzakar mengharapkan juru bicara Pancasila bisa menjadi pemantik dan titik temu yang semakin mendekatkan jurang pemisah para pemuda lintas agama maupun etnis di Gorontalo.

"Untuk lebih sering berdialog dan me-marketing-kan nilai-nilai Pancasila untuk diamalkan sebagai pedoman bersama d alam bertoleransi," kata Milastri

Selama empat hari kegiatan, peserta akan dilatih menulis, berdebat dan manajemen media sosial.

Pengelolaan media sosial menjadi salah satu titik tekan penting dalam pelatihan ini dimana menjadi aktif menebarkan gagasan positif di media sosial.

Baca: TKN Jokowi-Maruf: Usulan Debat di Kampus Perlu Didiskusikan

Baca: Tinggalkan Diskusi di Televisi, Ahmad Dhani Tak Terima dan Anggap Bahasan Pengamat Hukum Melenceng

Baca: Piala AFF 2018 - Bima Sakti Akan Langsung Lawan Mantan Pelatih Timnas Inggris

Seperti diketahui, saat ini ruang media sosial adalah ruang pertarungan yang sangat mempengaruhi opini publik.

Banyak pihak yang dengan sengaja memproduksi ujaran kebencian dan hoaks untuk kepentingan politik sempit maupun kepentingan bisnis, sementara masyarakat cenderung mudah percaya begitu saja terhadap informasi yang beredar tanpa kecakapan literasi.

Editor: Ferdinand Waskita Ikuti kami di Video PilihanSumber: Berita Gorontalo