Kirim Berita Gorontalo: Klik Disini | Konfirmasi Berita Gorontalo: Klik Disini

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Bukan ASI, Ibu di Gorontalo Beri Bayi Madu dan Gula

Posted by On Kamis, Juli 19, 2018

Bukan ASI, Ibu di Gorontalo Beri Bayi Madu dan Gula

Liputan6.com, Jakarta Air Susu Ibu (ASI) sangat penting bagi perkembangan bayi baru lahir. ASI memberi manfaat kekebalan tubuh sehingga si kecil tidak mudah terserang penyakit.

Dengan ASI, berat badan bayi pun ideal dan tidak stunting. Namun, sebagian masyarakat Gorontalo rupanya tidak memberikan ASI pada bayinya. Para ibu memberi madu dan gula pada bayinya.

  • Menkes Nila Ingatkan, Penting Bagi Ibu Hamil Makan Ikan
  • Hiii... Ada Bayi Kecoak di Susu Formula Anak Ini
  • Di Gorontalo, Syiar Germas Tiap Jumatan di Masjid

Hal tersebut menurut laporan dari tim Nusantara Sehat, yang bertugas di Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo. Tim Nusantara sehat terdiri atas dokter dan perawat yang bertugas melayani kesehatan di daerah dan tersebar di seluruh Indonesia.

Menteri Kesehatan RI Nila Moeloek ke Gorontalo pun menanggapi permasalahan itu.

" Ada gap ketidakpahaman masyarakat tentang kesehatan. Dari paparan tim Nusantara Sehat, masyarakat di sini tidak memberikan ASI. Karena budaya masyarakatnya di sini berbeda, mereka beri madu dan gula pada bayinya," jelas Menkes Nila saat berkunjung ke Saung Germas di Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo.

Setelah dijelaskan manfaat ASI, masyarakat baru menerima keuntungan menyusui bayi sendiri, ditulis Kamis (19/7/2018).

Seorang pria di Winconsin, Amerika Serikat mengambil tugas menyusui bayinya setelah sang istri mengalami komplikasi persalinan. Komplikasi tersebut membuat istrinya tak bisa memberikan asi langsung kepada bayi.

1 dari 2 halaman

Perhatikan kebutuhan gizi anak

Menkes Nila di Gorontalo
Menkes Nila saat berkunjung ke Saung Germas di Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo. (Foto: Liputan6.com/Fitri Haryanti Harsono)

Menkes Nila menambahkan, orangtua perlu memerhatikan kebutuhan gizi anak.

"Jangan menunggu anak sampai stunting (kekurangan gizi kronis). Kalau sudah lewat dari 5 tahun susah dipulihkan," Menkes Nila menambahkan.

Bagi perempuan yang mengalami anemia (kurang darah) dan ingin hamil, perlu minum obat penambah darah. Obat penambah darah demi mendukung pertumbuhan janin di dalam rahim.

"Saat hamil ya jangan kurang gizi. Karena janin itu berada 270 hari di dalam kandungan," lanjut Menkes Nila.

Sumber: Berita Gorontalo

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »