www.AlvinAdam.com

Berita 24 Gorontalo

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

"Stakeholder" Penerbangan Wajib Lakukan Ini Selama Libur ...

Posted by On Senin, Juni 04, 2018

"Stakeholder" Penerbangan Wajib Lakukan Ini Selama Libur ...

Menjelang Lebaran tahun 2018, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi didampingi Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso melakukan inspeksi posko Lebaran dan rampcheck ke Bandara Internasional Soekarno Hatta, Minggu (3/6/2018)Dok. Humas Ditjen Hubud Menjelang Lebaran tahun 2018, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi didampingi Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso melakukan inspeksi posko Lebaran dan rampcheck ke Bandara Internasional Soekarno Hatta, Minggu (3/6/2018)


KOMPAS.com - Pemerintah mengingatkan para stakeholder penerbangan untuk meningkatkan komunikasi, koordinasi, dan pengawasan angkutan udara pada musim libur Lebaran 2018.

Hal itu dilakukan mengingat jumlah penumpang angkutan udara pada liburan kali ini diprediksi meningkat hingga 10,78 persen dibandingkan tahun lalu.

Kementerian Perhubungan memperkirakan jumlah penumpang domestik dan internasional diprediksi 5.870.823 orang, sementara realisasi jumlah penumpang tahun lalu yakni 5.299.513 orang.

Dirjen Perhubungan Udara, Agus Santoso, mengatakan kenaikan jumlah penumpang mulai H-7 hingga H+7 Lebaran mencapai 600.000 orang.

(Baca: Pemudik Wajib Cek Tarif Tiket Pesawat untuk Mudik Balik Lebaran)

Kenaikan jumlah penumpang sebanyak itu, imbuhnya, harus diantisipasi dengan baik sehingga tingkat keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pelayanan tetap terjaga dengan baik.

"Ingatlah bahwa penerbangan kita sekarang sedang disorot oleh dunia internasional karena keberhasilan kita dalam meningkatkan dengan pesat keselamatan dan keamanan penerbangan,” ujar Agus dalam siaran tertulis, Senin (4/6/2018).

Langkah konkret

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, selaku regulator penerbangan, memberikan instruksi tersebut kepada Otoritas Bandar Udara (OBU), pengelola bandar udara, Perum LPPNPI (AirNav Indonesia), dan maskapai penerbangan.

Agus menginstruksikan OBU untuk mengawasi kesiapan bandar udara di wilayahnya secara menyeluruh.

Kesiapan itu meliputi peralatan, personalia, serta operator penerbangan yang beroperasi di wilayahnya termasuk armada dan crew.

Sementara pengelola bandar udara harus mengecek kesiapan fasilitas peralatan dan personalia bandar udara.

Di samping itu, pengelola bandara mesti melakukan pengawasan terhadap keamanan dan keselamatan penerbangan.

"Optimalkan jam operasi penerbangan dan slot time," ujarnya.

Dirjen Perh   ubungan Udara, Agus Santoso, mengatakan pemerintah tengah menyiapkan aturan terkait seaplane, Senin (26/3/2018). Keberadaan seaplane akan mendukung nomadic tourism dan membuka keterisolasian daerah terpencil.KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO Dirjen Perhubungan Udara, Agus Santoso, mengatakan pemerintah tengah menyiapkan aturan terkait seaplane, Senin (26/3/2018). Keberadaan seaplane akan mendukung nomadic tourism dan membuka keterisolasian daerah terpencil.
Ia meminta Perum LPPNPI (AirNav Indonesia) mengoptimalkan sistem pelayanan navigasi penerbangan.

Di samping itu, AirNav Indonesia diminta meninjau dan memastikan kemampuan dan kapasitas pelayanan telekomunikasi penerbangan terkait fasilitas, personalia, dan prosedur.

AirNav Indonesia juga diminta meninjau dan memastikan penyesuaian jam operasi sesuai operasional bandar udara.

Terakhir, ia melanjutkan, maskapai penerbangan harus mengecek kesiapan armada dan crew, memberikan pelayanan kepada penumpang se suai Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 185 Tahun 2015, memberlakukan tarif sesuai PM 14 Tahun 2016, dan mematuhi ketentuan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 89 Tahun 2015 tentang Penanganan Keterlambatan Penerbangan (Delay Management).

Fokus perhatian

Saat ini, Ditjen Perhubungan Udara melakukan pengawasan dari sisi keselamatan, keamanan, navigasi, dan angkutan udara di 36 bandar udara di seluruh Indonesia.

Pengawasan dilakukan terhadap penerbangan domestik mau pun luar negeri.

Bandara Internasional Juanda, Surabaya, Jawa TimurKOMPAS.com/ KURNIASIH BUDI Bandara Internasional Juanda, Surabaya, Jawa TimurSelain itu, ada 12 rute penerbangan yang diperhatikan secara khusus karena dari tahun ke tahun jumlah penumpangnya selama Lebaran selalu meningkat.

Kedua belas rute tersebut adalah dari Jakarta (Bandara Soekarno-Hat ta) menuju Balikpapan, Bali, Gorontalo, Jogja, Medan, Manado, Padang, Palembang, Solo, Semarang, Surabaya, dan Makassar.

Pengawasan tersebut untuk memberi rasa aman kepada masyarakat dan sekaligus untuk mengingatkan para stakeholder untuk meningkatkan kinerjanya.

"Terkait 12 rute penerbangan tersebut, kami juga pastikan pasokan jumlah kursi pesawat lebih banyak dari perkiraan jumlah perkiraan permintaan dari masyarakat,” kata Agus.

Rampcheck

Kemarin (3/6/2018), Dirjen Perhubungan Udara, Agus Santoso, mendampingi Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, melakukan inspeksi posko Lebaran dan rampcheck ke Bandara Internasional Soekarno Hatta.

Menteri Perhubungan dan Dirjen Perhubungan Udara mengunjungi ruang Operation Command Centre (OCC) Bandara dan melakukan rampcheck satu pesawat Lion Air.

Menteri Perhubungan, Budi Karya, berterima kasih kepada petugas OCC dari PT Angkasa Pura II yang sudah membuat mekanisme koordinasi dan pengawasan di bandara terbesar di Indonesia tersebut.

(Baca: Sambangi Bandara Soekarno Hatta, Ini yang Jadi Sorotan Menhub)

Ia mengingatkan para petugas OCC untuk melakukan komunikasi maksimal dengan seluruh stakeholder di bandara dan jangan ada egosentris. Menurut dia, petugas OCC sebagai koordinator jangan minta dilayani tetapi melayani.

Selain itu, akurasi harus dijaga karena data-data dari OCC akan menjadi acuan yang dipakai masyarakat. Untuk itu, Budi Karya meminta media massa untuk terlibat sehingga terjadi proses check and balance.

"Libatkan media untuk menjadi bagian dari operasi ini karena masukan masyarakat sangat berarti bagi kita. Sebaliknya, operasi yang kita hasilkan juga harus dikomunikasikan pada masyarakat. Dengan data yang terbuka ini akan mendorong operator penerbangan untuk berbuat lebih baik," ujarnya.

Menjelang Lebaran tahun 2018, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi didampingi Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso melakukan inspeksi posko Lebaran dan rampcheck ke Bandara Internasional Soekarno Hatta, Minggu (3/6/3018)Dok. Humas Ditjen Hubud Menjelang Lebaran tahun 2018, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi didampingi Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso melakukan inspeksi posko Lebaran dan rampcheck ke Bandara Internasional Soekarno Hatta, Minggu (3/6/3018)

Budi juga meminta OCC untuk melakukan operasi dengan kosisten baik selama mau pun setelah periode mudik Lebaran.

"Setiap hari harus dilakukan cek dan ricek. Kalau hanya selama mudik saja tidak akan ada artinya. Tapi kalau setiap hari dilakukan, kita bisa mengetahui level of service, safety dan security bagi kita semua," katanya.

Dari posko Lebaran Bandara Soekarno Hatta, Menteri Perhubung an dan Dirjen Perhubungan Udara yang didampingi Dirut PT. Angkasa Pura 2, Muhammad Awaluddin, melakukan rampcheck di Terminal 1B.

Budi Karya memeriksa pelayanan di terminal bandara dan memeriksa kelaikan terbang satu pesawat Boeing B737 Lion Air yang terparkir di apron.

Kondisi fisik pesawat mulai dari ban dan body pesawat, surat/ dokumen, dan awak pesawat tak luput dari pengecekan.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
  • Keselamatan Keamanan Penerbangan

Berita Terkait

Buka Tutup Bandara Sekitar Gunung Merapi Demi Keselamatan Penerbangan

Efek Jera Mesti Dijatuhkan bagi Penghembus Isu Bom di Penerbangan

Libur Lebaran Lebih Panjang, Garuda Tambah Frekuensi Penerbangan

Jelang Puncak Libur Lebaran, "Overlay Runway" Bandara akan Dihentikan

Terkini Lainnya

Luhut: Karyawan Garuda Sepakat Tidak Ada Mogok Kerja

Luhut: Karyawan Garuda Sepakat Tidak Ada Mogok Kerja

Makro 04/06/2018, 16:38 WIB Menperin: Revolusi Industri Harusnya Tak Disruptif tapi Transformatif

Menperin: Revolusi Industri Harusnya Tak Disr uptif tapi Transformatif

Makro 04/06/2018, 16:06 WIB Gubernur BI: Kita Mengalami Inflasi Terendah Jelang Lebaran

Gubernur BI: Kita Mengalami Inflasi Terendah Jelang Lebaran

Makro 04/06/2018, 15:53 WIB Tagihan PKPU SNP Finance Capai Rp 4,07 Triliun

Tagihan PKPU SNP Finance Capai Rp 4,07 Triliun

Makro 04/06/2018, 15:32 WIB Turis Malaysia Salip Dominasi Turis asal China di Indonesia

Turis Malaysia Salip Dominasi Turis asal China di Indonesia

Makro 04/06/2018, 15:1 8 WIB Investor Asing Pemberi Pinjaman di Fintech Nasional Meningkat

Investor Asing Pemberi Pinjaman di Fintech Nasional Meningkat

Keuangan 04/06/2018, 13:51 WIB 'Di Jawa Ini Kurang Makan Ikan...'

"Di Jawa Ini Kurang Makan Ikan..."

Makro 04/06/2018, 13:39 WIB Survei Kemenhub: Puncak Arus Mudik Diprediksi pada H-6

Survei Kemenhub: Puncak Arus Mudik Diprediksi pada H-6

Makro 04/06/2018, 13:08 WIB BPS Minta Pemerintah Waspadai Harga Daging dan Telur Ayam

BPS Minta Pemerintah Waspadai Harga Daging dan Telur Ayam

Makro 04/06/2018, 12:54 WIB Fintech Syariah Ini Hadirkan Fitur Transfer Emas untuk THR

Fintech Syariah Ini Hadirkan Fitur Transfer Emas untuk THR

Rilis 04/06/2018, 12:39 WIB Kemenpan-RB: Honorer Didominasi Tenaga Administrasi

Kemenpan-RB: Honorer Didominasi Tenaga Administrasi

Makro 04/06/2018, 12:12 WIB Jelang Lebaran   , Aprindo Pastikan Stok Barang Kebutuhan Pokok Aman

Jelang Lebaran, Aprindo Pastikan Stok Barang Kebutuhan Pokok Aman

Makro 04/06/2018, 12:03 WIB Inflasi Mei Capai 0,21 Persen

Inflasi Mei Capai 0,21 Persen

Makro 04/06/2018, 11:43 WIB 'Stakeholder' Penerbangan Wajib Lakukan Ini Selama Libur Lebaran 2018

"Stakeholder" Penerbangan Wajib Lakukan Ini Selama Libur Lebaran 2018

Rilis 04/06/2018, 11:16 WIB Bahas Nasib Honorer, DPR dan Pemerintah Gelar Rapat Gabungan

Bahas Nasib Honor er, DPR dan Pemerintah Gelar Rapat Gabungan

Makro 04/06/2018, 11:07 WIB Load MoreSumber: Google News | Berita 24 Gorontalo

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »