Kirim Berita Gorontalo: Klik Disini | Konfirmasi Berita Gorontalo: Klik Disini

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Jangan Layani Wartawan Jika Minta THR

Posted by On Selasa, Juni 05, 2018

Jangan Layani Wartawan Jika Minta THR

JAKARTA, Hargo.co.id â€" Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1439 H, Dewan Pers mengeluarkan surat imbauan agar tak melayani permintaan Tunjangan Hari Raya (THR) oleh pihak-pihak tertentu yang mengatasnamakan organisasi wartawan, perusahaan pers maupun asosiasi perusahaan pers.

Surat tertanggal 30 Juni 2018 dan ditandatangani oleh Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo itu ditujukan mulai dari Sekretariat Negara, Polri, pimpinan BUMN/BUMD, pimpinan perusahaan hingga karo humas dan protokoler Pemprov, Pemkab/Pemkot se-Indonesia.

“Imbauan ini disampaikan untuk menghindari penipuan dan penyalahgunaan profesi wartawan oleh para oknum yang mengaku-ngaku sebagai wartawan atau perusahaan pers,” tulis Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo.

Menurut Yosep Adi Prasetyo, sikap Dewan Pers ini dilandasi sikap moral dan etika profesi dalam menjaga kepercayaan publik, menegakkan integritas, dan menjunj ung tinggi nilai-nilai profesionalisme kewartawanan. Sikap itu juga, kata dia, untuk mendukung upaya pemberantasan korupsi yang marak saat ini.

“Bila ada oknum wartawan yang mengaku dari media ataupun organisasi wartawan dan meminta THR silakan ditolak saja,” imbau Adi Prasetyo.

Sejalan imbauan Dewan Pers, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Gorontalo juga ikut mengeluarkan surat yang turut mengimbau semua pihak agar tak melayani wartawan yang mengaku anggota dan pengurus PWI Provinsi Gorontalo.

“Jika ada wartawan yang mengaku anggota atau pengurus PWI Provinsi Gorontalo, meminta sesuatu, termasuk meminta THR, silakan ditolak,” kata Sekretaris PWI Provinsi Gorontalo Fadli Poli.

Menurutnya, apabila memang memaksa, maka catat identitasnya, nomor handphone dan kemudian laporkan ke PWI Gorontalo.

“Atau bisa juga langsung melapor ke Dewan Pers, jika pelakunya bukan dari PWI,” ujar Fadli Poli.
Terkait edaran Dewan Pers, Bupa ti Boalemo Darwis Moridu menyambut positif.

“Saya tentunya menyambut positif edaran tersebut. Apalagi itu lahir dan menjadi ketentuan dari Dewan Pers itu sendiri,” kata Darwis Moridu diwawancarai Gorontalo Post di rumah jabatan, Senin (6/6).

Sementara itu Plt. Walikota Gorontalo Charles Budi Doku mengaku tak sependapat dengan imbauan Dewan Pers. Sebab, Gorontalo kental dengan tradisi sadakah menjelang hari raya.

“Saya kira tidak ada masalah untuk berbagi THR kepada siapa saja asal iklas dan dilakukan dengan cara yang benar,” kata Budi Doku.

Budi juga menegaskan, pemberian THR bagi pers juga tidak bisa diartikan mengurangi profesionalitas. Seperti halnya pula jika ada warga yang bersedekah memberi THR untuk tokoh-tokoh agama dan masyarakat.

“Intinya ini dipahami dalam konteks saling berbagi. Itu saja,” ujar Budi.

Hal senada disampaikan Bupati Gorontalo Prof DR Ir Nelson Pomalingo.

“THR itu kegembiraan membagi rasa sebenar nya, kenapa harus dilarang. Kalau saya kepingin memberikan kepada wartawan kenapa tidak?,” Ujar Bupati Gorontalo Prof DR Ir Nelson Pomalingo.

Terlebih tambahnya THR tersebut ada, karena hubungan baik yang terjalin antara dirinya dengan Wartawan selama ini.

“Tetapi itu (THR) bukan berarti mencekoki wartawan, mencekoki mereka (untuk) tidak memberitakan, atau kedua terjadi kolusi (antara pemerintah dan wartawan),” jelas Nelson.

“Itu bagi saya hubungan baik, hubungan kemanusiaan yang tidak bisa diputuskan, jadi saya tidak setuju dengan itu,” tambah Bupati Gorontalo. (gp/hg)

Sumber: Google News | Berita 24 Gorontalo

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »