www.AlvinAdam.com

Berita 24 Gorontalo

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Kementan Klaim RI Sudah Siap Jadi Eksportir Jagung

Posted by On Kamis, Mei 31, 2018

Kementan Klaim RI Sudah Siap Jadi Eksportir Jagung

detikFinance / Berita Ekonomi Bisnis / Detail Berita Follow detikFinance Kamis, 31 Mei 2018 16:13 WIB Kementan Klaim RI Sudah Siap Jadi Eksportir Jagung Akfa Nasrulhaq - detikFinance Foto: Dok. KementanFoto: Dok. Kementan Jakarta - Kementer ian Pertanian (Kementan), terus berupaya meningkatkan produksi pertanian, salah satunya jagung. Hal itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi nasional, untuk industri pakan ternak, serta dalam rangka beralih status dari negara importir menjadi eksportir jagung.
"Peningkatan produksi jagung tidak hanya berdampak pada perolehan devisa, tetapi juga akan sangat nyata meningkatkan kesejahteraan petani," ujar Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, dalam keterangan tertulis, Kamis (31/5/2018).
Sebelumnya, pada tahun 2010-2014 Indonesia melakukan impor jagung dalam jumlah yang terbatas. Nilai ekspor jagung selama 5 tahun tersebut mencapai 63,5 juta US$ dengan rata-rata laju pertumbuhannya cukup kecil, 4,42%/tahun.
Jumlah nilai ekspor jagung tersebut sangat timpang dibandingkan dengan nilai impornya, alias defisit berat. Tiga negara tujuan ekspor jagung kita adalah Filipina (66,51%), Jepang (16,23%), dan Pakistan (10,03%). Pada periode tersebut setidaknya ada 4 pro vinsi pemasok jagung untuk diekspor, yakni Gorontalo, Jawa Timur, Sulawesi Selatan dan Sumatera Utara.
Tiga negara terbesar asal impor jagung untuk Indonesia pada saat itu adalah Brazil (38,51%), India (34,58%), dan Argentina (22,24%).
Pada tahun 2018 ini, kata Amran, Indonesia mulai lakukan ekspor jagung. Indonesia sudah ekspor jagung lebih dari 100 ribu ton ke Filipina, berasal dari Gorontalo dan Sulawesi Selatan. Bahkan Provinsi NTB menargetkan ekspor jagung 300.000 ton ke Filipina.
Berdasarkan pertemuan bilateral antara Filipina dan Indonesia, diketahui bahwa potensi pasar jagung di Filipina mencapai 1 juta ton. Itu pertanda dan peluang yang baik bagi petani jagung di kita untuk terus meningkatkan produksi dan efisiensi usaha taninya agar bisa bersaing di pasar internasional.
Adapun upaya Kementan untuk mendukung ke arah tersebut, diantaranya dengan menyediakan benih jagung dan pupuk untuk lahan seluas 3,7 juta hektar yang akan diberikan secara gratis kepada pet ani.
Saat ini, Kementan sedang mengembangkan pendekatan pertanian konservasi pada usaha tani jagung, khususnya pada lahan kering beriklim kering, seperti di Provinsi NTB dan NTT. Pendekatan pertanian konservasi ditujukan selain untuk meningkatkan pendapatan petani, juga untuk menjaga atau melestarikan kualitas lingkungan hidup.
Pendekatan pertanian konservasi mengacu pada prinsip-prinsip yakni tanpa bakar dalam persiapan lahan, olah tanah minimum, pemanfaatan pupuk kandang dan pengelolaan biomassa tanaman sebagai mulsa atau penutup tanah, dan pola tanam tumpangsari dan rotasi tanaman dengan aneka kacang-kacangan atau legume.
Sudah banyak petani di kedua provinsi tersebut merasakan manfaat aplikasi pertanian konservasi pada lahan keringnya. Diantaranya peningkatan produksi jagung, penghematan biaya usaha tani dan kesuburan tanah yang semakin baik. (idr/idr) Berita Terkait

  • Stok Aman tapi Harga Naik, Kementan: Bisa Jadi Masalah Distribusi
  • Ini Jurus Kementan Bersih-bersih Praktik Korupsi
  • Perlancar Distribusi, Kementan Operasikan 6 Kapal Khusus Ternak
  • Mentan Tindaklanjuti Inovasi Jagung dan Pupuk Dosen Unibraw
  • Harga Pangan di Pasar Tradisional Palembang Turun
  • Guna Gerakkan Ekonomi, Mentan Imbau Kelola Lahan Tidur
  • RI Ekspor 23 Ton Edamame ke Jepang
  • Di Depan Mahasiswa, Mentan Cerita Upaya Perlancar Bantuan ke Petani
Baca Juga detikNews Komentar Kementan Soal Puluhan Orang Diduga Keracunan Keong Sawah

Komentar Kementan Soal Puluhan Orang Diduga Keracunan Keong Sawah

detikNews Mentan Dukung City Branding Bondowoso Sebagai Republik Kopi

Mentan Dukung City Branding Bondowoso Sebagai Republik Kopi

detikNews Bawang Merah India Ganggu Harga Lokal, Ini Tanggapan Kementan

'Bawang Merah' India Ganggu Harga Lokal, Ini Tanggapan Kementan

detikNews Menta   n Apresiasi Bantuan ACT ke Suriah: Semoga Beri Energi Positif

Mentan Apresiasi Bantuan ACT ke Suriah: Semoga Beri Energi Positif

detikNews Jelang Ramadan, DPR Minta Pemerintah Perhatikan Harga Bahan Pokok

Jelang Ramadan, DPR Minta Pemerintah Perhatikan Harga Bahan Pokok

detikNews Mentan Apresiasi ACT yang Kirim Beras 2.000 Ton ke Gaza

Mentan Apresiasi ACT yang Kirim Beras 2.000 Ton ke Gaza

detikNews Sandiaga Hadiri Rapat Pengendalian Pangan di Kementan

Sandiaga Hadiri Rapat Pengendalian Pangan di Kementan

detikNews Cek Ketersediaan, Gubernur Sulsel Panjat Truk dan Tumpukan Beras

Cek Ketersediaan, Gubernur Sulsel Panjat Truk dan Tumpukan Beras

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com News Feed
  • S&P Pertahankan Peringkat Utang RI, Ini Respons BI

    S&P Pertahankan Peringkat Utang RI, Ini Respons BI

    Kamis, 31 Mei 2018 22:00 WIB Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan afirmasi rating Indonesia pada BBB- dengan outlook stabil, cerminan kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang baik.
  • Stok Aman tapi Harga Naik, Kementan: Bisa Jadi Masalah Distribusi

    Stok Aman tapi Harga Naik, Kementan: Bisa Jadi Masalah Distribusi

    Kamis, 31 Mei 2018 21:40 WIB Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementrian Pertanian (Kementan), A gung Hendriadi mengomentari kenaikan harga yang biasa terjadi menjelang Idul Fitri 2018.
  • Seberapa Besar Efek Quitaly ke RI? Luhut: Kita Cermati Saja

    Seberapa Besar Efek Quitaly ke RI? Luhut: Kita Cermati Saja

    Kamis, 31 Mei 2018 20:30 WIB Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, masih terlalu dini melihat dampak Italexit ke Indonesia, namun dia akan mencermati perkembangan di Italia.
  • Cara Jasa Marga Atasi Macet di GT Purbaleunyi Saat Mudik

    Cara Jasa Marga Atasi Macet di GT Purbal eunyi Saat Mudik

    Kamis, 31 Mei 2018 20:09 WIB PT Jasa Marga Cabang Purbaleunyi memprediksi akan ada lonjakan lalu lintas di Gerbang Tol (GT) Purbaleunyi pada mudik Lebaran tahun ini hingga 24%.
  • BRI Siapkan Rp 62 Triliun Uang Tunai untuk Kebutuhan Lebaran

    BRI Siapkan Rp 62 Triliun Uang Tunai untuk Kebutuhan Lebaran

    Kamis, 31 Mei 2018 19:31 WIB Untuk memenuhi kebutuhan penukaran uang untuk Lebaran, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) menyiapkan uang tunai sebesar Rp 62 triliun.
  • BPK Persoalkan Subsidi Listrik Rp 5,2 T, Ini Penjelasan Kemenkeu

    BPK Persoalkan Subsidi Listrik Rp 5,2 T, Ini Penjelasan Kemenkeu

    Kamis, 31 Mei 2018 19:22 WIB Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan permasalahan dalam penyaluran subsidi listrik di tahun 2017.
  • Krisis di Italia Tahan Laju Penguatan Rupiah

    Krisis di Italia Tahan Laju Penguatan Rupiah

    Kamis, 31 Mei 2018 19:20 WIB Kenaikan suku bunga bank Indonesia sebesar 25 basis poin menjadi 4,75% diprediksi bakal berpengaruh positif pada nilai tukar rupiah terhadap dolar
  • Diskon Tarif Tol Becakayu Paling Besar, BUJT: Biar N   ggak Sepi

    Diskon Tarif Tol Becakayu Paling Besar, BUJT: Biar Nggak Sepi

    Kamis, 31 Mei 2018 19:14 WIB Direktur Utama Waskita Toll Road Herwidiakto mengatakan pemberian diskon ini melihat dari kondisi tol Becakayu yang diprediksi sepi selama Lebaran nanti.
  • Ini Saran DPR ke Sri Mulyani Terkait Kerangka Ekonomi 2019

    Ini Saran DPR ke Sri Mulyani Terkait Kerangka Ekonomi 2019

    Kamis, 31 Mei 2018 19:00 WIB Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan memberikan masukan-masukan kepada pemerintah terkait pandangan atas KEM-PPKF 2019.
  • Sri Mulyani Sebut Pesta Demokrasi 2019 akan Genjot Ekonomi

    Sri Mulyani Sebut Pesta Demokrasi 2019 akan Genjot Ekonomi

    Kamis, 31 Mei 2018 18:59 WIB Pemerintah menyebut daya beli masyarakat atau konsumsi rumah tangga di 2019 dapat tumbuh di level 5%
  • S&P Pertahankan Rating Indonesia BBB-/A-3, Outlook Stabil

    S&P Pertahankan Rating Indonesia BBB-/A-3, Outlook Stabil

    Kamis, 31 Mei 2018 18:48 WIB Lembaga Pemeringkat Internasional Standard and Poors (S&P) mempertahankan peringkat utang Indonesia di posisi BBB-/A-3 dengan outlook stabil.
  • Penampakan Tol Salatiga yang Tahun Ini Bisa Dipakai Mudik Foto Bisnis

    Penampakan Tol Salatiga yang Tahun Ini Bisa Dipakai Mudik

    Kamis, 31 Mei 2018 18:36 WIB Pada musim mudik Lebaran mendatang, ruas jalan Tol Ngawi-Salatiga siap digunakan pemudik. Baik yang masih fungsional maupun sudah operasional.
BERITA TERBARU +
  • S&P Pertahankan Peringkat Utang RI, Ini Respons    BI

    S&P Pertahankan Peringkat Utang RI, Ini Respons BI Kamis, 31 Mei 2018 22:00 WIB

  • Stok Aman tapi Harga Naik, Kementan: Bisa Jadi Masalah Distribusi

    Stok Aman tapi Harga Naik, Kementan: Bisa Jadi Masalah Distribusi Kamis, 31 Mei 2018 21:40 WIB

  • Seberapa Besar Efek Quitaly ke RI? Luhut: Kita Cermati Saja

    Seberapa Besar Efek Quitaly ke RI? Luhut: Kita Cermati Saja Kamis, 31 Mei 2018 2 0:30 WIB

  • Cara Jasa Marga Atasi Macet di GT Purbaleunyi Saat Mudik

    Cara Jasa Marga Atasi Macet di GT Purbaleunyi Saat Mudik Kamis, 31 Mei 2018 20:09 WIB

Most
Popular Most
Popular Sumber: Google News | Berita 24 Gorontalo

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »