www.AlvinAdam.com

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Hiu Paus Balik Lagi ke Gorontalo

Posted by On Rabu, Mei 23, 2018

Hiu Paus Balik Lagi ke Gorontalo

GORONTALO, Hargo.co.id â€" Dua wisatawan asal Austria, Adreas Etzelstofer dan Birgit Panholter bergegas menuju Pantai Botubarani, Kabila Bone, saat diberitahu tour guide jika Hiu Paus kembali muncul di pesisir pantai Botubarani, Selasa (22/5) kemarin.

Saat tiba pantai, mereka langsung menyewa perahu dan melihat atraksi hiu puas. Hingga kemarin, sudah ada 8 ekor hiu paus yang terdeteksi kembali menetap di pantai Botubarani. Andreas dan Birgit mengaku begitu beruntung bisa ke Gorontalo dan bertemu hiu paus.

Lima pekan kunjungan mereka ke Indonesia dengan tujuan jelajah wisata di daratan Sulawesi, seperti Makassar, Poso, Togean dan Gorontalo terasa sangat berkesan karena bisa melihat langsung hiu jinak itu. Mereka mengaku baru pertama kali melihat hiu paus, dan itu di Gorontalo.

Mereka berujar, hiu paus Gorontalo sangat layak dijadikan tempat wisata. Menurut mereka unik, sebab ternyata ad a ikan liar yang menetap disatu tempat.

“Kami akan merekomendasikan ke teman-teman yang ada di negara kami untuk berkunjung ke Gorontalo,”ungkap Birgit, kemarin.

Dua wisatawan asing ini menitipkan pesan, agar warga sekitar bisa menjaga kebersihan lingkungan pantai.

Salah seorang warga setempat, Ridwan Nento mengatakan, hiu puas yang sempat heboh sejak tahun 2016 lalu, sempat menghilang sekira delapan bulan terakhir.

“Alhamdulillah kembali lagi, masyarakat sangat senang,”kata dia. Memang, kehadiran hiu paus di pantai Botubarani tidak saja menggerakkan pariwisata Gorontalo, tapi mampu mendorong perekonomian warga setempat. Sejumlah nelayan bahkan ‘banting kemudi’ dengan memilih menjadi ‘ojek perahu’ untuk wisatawan yang akan melihat hiu paus dari pada pergi melaut.

Untuk tarif naik perahu sendiri, saat ini para pengelola mematok harga Rp 50 ribu. Memang masih sangat mahal, sebab keberadaan hiu paus tidak seramai saat pertama kal i muncul tahun 2016 lalu yang mencapai belasan ekor.

Sumber: Google News | Berita 24 Gorontalo

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »