www.AlvinAdam.com

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Gorontalo Darurat Narkoba di Era Globalisasi

Posted by On Jumat, Mei 25, 2018

Gorontalo Darurat Narkoba di Era Globalisasi

GLOBALISASI membawa pengaruh penting dalam menyebabkan runtuhnya nilai-nilai luhur anak bangsa. Paham-paham yang di lahirkan oleh globalisasi secara tidak langsung dapat merusak atau bisa dikatakan meruntuhkan nilai-nilai yang tertuang dalam pancasila.

Sebagai contoh bisa dilihat dari maraknya pola hidup yang mengarah pada hal berbau kapitalisme dan juga liberalisme, dimana dalam berkehidupan mereka lebih kepada kesenangan individu per individu yang dalam prosesnya termasuk yaitu penggunanaan narkoba serta zat adiktif lainnya untuk memperoleh kesenangan individualisme ataupun perkelempok. Hal ini tentunya menyimpang dari ideologi pancasila yang bisa dikatakan sangat mengedepankan nilai-nilai negara sebagai satu kesatuan tanpa mencederai setiap elemen bangsa dengan hal- hal berbau penyalahgunaan obat-obatan terlarang.

Masalah penggunaan narkoba memang sudah menjadi suatu hal yang l umrah di Indonesia. Seiring berjalannya waktu, masalah tersebut semakin merambat di berbagai daerah yang salah satunya adalah Gorontalo. Keberadaan narkoba dan zat adiktif lainnya di Gorontalo saat ini sudah sangat memprihatinkan. Kini Gorontalo berada di urutan kelima darurat dalam penggunaan narkoba dan sejenisnya.

Hal ini tentunya harus segera mendapat perhatian khusus dari berbagai pihak terkait agar dapat kembali menjadikan Gorontalo sebagai daerah bebas narkoba atau seminimal mungkin dalam penggunaan narkotika dan zat adiktif lainnya. Menanjaknya posisi Gorontalo di urutan provinsi dengan penggunaan narkotika dan zat adiktif lainnya di Indonesia bisa kita lihat dari berbagai kasus yang terjadi. Mulai dari anak hingga orang dewasa sudah sering terjerat yang namanya narkoba.

Di Gorontalo sendiri untuk rentan usia anak-anak sampai remaja yang sering terjadi adalah menghirup lem. Banyak sekali anak-anak usia sekolah yang menggunakan sebagian besar waktunya untuk meng hirup lem. Pengawasan dari orang tua menjadi suatu hal penting untuk setidaknya dapat mengurangi hal ini.
Selain mengincar anak-anak narkotika dan zat adiktif lainnya juga sangat merambat terhadap orang dewasa.

Bahkan pasangan dari salah satu elemen eksekutif di kota Gorontalo pun menjadi korban keganasan narkoba. Hal ini semakin memperkokoh kekuatan narkoba untuk kita perangi bersama. Namun sejauh ini pemprov Gorontalo bersama dinas terkait sudah melakukan sinergi agar dapat mengurangi atau bahkan menghilangkan penggunaan narkoba di Gorontalo.

Akan tetapi hal ini tentunya tidak akan berjalan efektif apabila tidak adanya dukungan penuh dari masyarakat. Dalam masalah yang sudah bisa dikatakan lumrah ini diperlukan persatuan dari seluruh elemen negara agar dapat mengurangi atau bahkan menghapus keberadaan narkoba di Indonesia.

Di era globalisasi ini, salah satu penyebab maraknya penggunaan narkoba yaitu minimnya pendidikan berkualitas bagi putra dan putr i bangsa yang diperkhususkan untuk mengetahui, memperdalam serta mengimplementasikan keseluruhan dari nilai-nilai yang terdapat dalam ideologi pancasila.

Sejauh ini pendidikan pancasila yang diperoleh dari jenjang sekolah hingga jenjang perkuliahan barulah sebatas pengetahuan yang sebagian besarnya tidak diiringi dengan pengajaran pengimplementasian dari nilai-nilai pancasila itu sendiri. Seharusnya pendidikan mampu menjadi salah satu tembok besar selain keimanan yang dapat menghangdang berbagai jenis masalah yang salah satunya yaitu penggunaan narkoba.

Pancasila yang sudah menjadi pedoman kehidupan tentunya juga dapat membentengi berbagai macam penyimpangan seperti penggunaan narkoba apabila di jalankan dengan baik oleh warga negara. Hal ini yang seharusnya dibenahi oleh pemerintah khususnya pihak terkait agar dalam proses bernegara setiap individu dapat berjalan sesuai koridor pancasila tanpa melakukan suatu penyimpangan.

Selain adanya pendidikan tentang panca sila para anak bangsa juga harus disokong dan diperkuat tentang pendidikan anti narkoba disetiap jenjang pendidikan. Hal ini juga menjadi suatu lahan saran bagi pemerintah agar menciptakan suatu bahan ajar baru tentang gerakan anti narkoba sejak dini. Pendidikan anti narkoba ditambah dengan pendidikan pancasila bisa dikatakan sebagai formula yang pas untuk memerangi keberadaan narkotika dan zat adiktif lainnya di Indonesia.

Masalah-masalah tersebut tentunya harus segera diperbaiki oleh seluruh elemen negara, bukan hanya pemerintah tetapi juga dari setiap individu warga negara. Sikap selektif terhadap pengaruh globalisasi merupakan suatu sikap yang menunjukkan pengaruh globalisasi tanpa menghilangkan jati diri kepribadian bangsa guna mewujudkan dan menerima pengaruh globalisasi didasarkan pada pancasila yang memiliki kedudukan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.

Artinya keberadaan globalisasi seharusnya lebih menguntungkan bagi seluruh warga negara buk an melainkan melahirkan paham-paham baru sehingga menyebabkan semakin bermunculan berbagai penyimpangan yang salah satunya yaitu penggunaan narkoba. (*)

Oleh : Karlieza Stephiani Wolok
Penulis adalah Mahasiswa Fakultas Teknik di Universitas Brawijaya Malang

Sumber: Google News | Berita 24 Gorontalo

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »