Kirim Berita Gorontalo: Klik Disini | Konfirmasi Berita Gorontalo: Klik Disini

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Calon Wakil Wali Kota Gorontalo Dilaporkan ke Bawaslu

Posted by On Senin, Januari 29, 2018

Calon Wakil Wali Kota Gorontalo Dilaporkan ke Bawaslu

Senin 29 Januari 2018, 01:08 WIB Calon Wakil Wali Kota Gorontalo Dilaporkan ke Bawaslu Ajis Halid - detikNews Calon Wakil Wali Kota Gorontalo Dilaporkan ke BawasluFoto: Pengacara Adhan-Hardi melapor ke Bawaslu Kota Gorontalo (Ajis-detikcom) Gorontalo - Salah satu calon wakil wali kota Gorontalo, Ryan F Kono, dilaporkan ke Bawaslu terkait ijazah palsu. Dia dilaporkan tim pengacara pasangan Calon Wali Kota, Adhan Dambea-Hardi Hemeto.
"Pada pokoknya permohonan kami adalah mengenai keabsahan Legalisir sertifikat Bakal Pasangan Calon Wakil Wali Kota Ryan F kono yang hanya di legalisir oleh pihak Kedutaan Besar Australia di Jakarta," ucap Pengacara Adhan-Hardi, Ardi Wiranata, di Bawaslu Kota Gorontalo, Minggu (28/1/2018).
Dia juga menuduh, sertifikat Ryan Kono itu setara dengan SMA di Indonesia. Sehingga menurutnya, itu tak sesuai aturan Pilkada.
"Permohonan kami juga adalah mengenai tindakan KPU yang menyatakan bahwa Sertifikat Royal Melbourne Institute Technology dari Ryan F Kono itu setara dengan Sekolah Menengah Atas (SMA)," lanjut Ardi.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Kota Gorontalo, Jhon H Purba, membenarkan pihaknya sudah menerima laporan tersebut. Dia akan mempelajari laporan itu lebih dulu.
"Siang tadi sudah kami terima laporan itu dari pengacara, terkait ijazah salah satu pasangan lain," jawab Purba.
Sedangkan, Liasion Officer (LO) pasangan Marten Taha-Ryan F Kono,Yudin Laliyo, mengaku tidak mempermasalahkan soal laporan calon Wakil Wali Kota, Ryan Kono ke Bawaslu.
"Silakan saja. Itu hak mereka. Mereka menuntut keadilan dan tidak sesuai. Tapi bagi kami itu sudah sesuai. Soal Ijazah sudah sesuai dengan regulasi yang di tuntut KPU. Sudah ada legalisir dari sekolahnya di Australia," jelas Yudin.
Menurut Yudin, pihaknya telah memasukkan sesuai ketentuan dan KPU telah memverifikasi. Untuk legalisir, hasilnya ada di tangan KPU Kota Gorontalo.
"Yang pasti KPU tidak mau dikonfirmasi soal ini sebelum tanggal 12 Februari," lanjut Yudin.
Pihaknya juga tidak mempermasalahkan bila dimintai keterangan oleh Bawaslu soal Ijazah ini.
"Tidak masalah kalau diminta keterangan oleh Bawaslu. Masih ada upaya-upaya hukum lain," tutup Yudin.
Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Gorontalo 2018, diikuti tiga pasangan yang telah mendaftar di KPU Kota Gorontalo. Mereka adalah, Pasangan Rum Pagau-Rusli Monoarfa, Pasangan Adhan Dambea-Hardi Hemeto dan pasangan pentahana Marten Taha-Ryan F Kono.
(rvk/rvk)Sumber: Google News | Berita 24 Gorontalo

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »