www.AlvinAdam.com

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Simon Santoso Cari Penerusnya di Tegal

Posted by On Jumat, Desember 01, 2017

Simon Santoso Cari Penerusnya di Tegal

Djarum Coaching Clinic 2017

Simon Santoso Cari Penerusnya di Tegal

Tedy Achmad

Simon Santoso Cari Penerusnya di Tegal
Juara Indonesia Open Superseries 2012, Simon Santoso memberikan pelatihan kepada para pelatih dan atlet dalam Djarum Coaching Clinic di GOR Wisanggeni, Kota Tegal, Jawa Tengah, Jumat (24/11/2017). FOTO/IST
A+ A- JAKARTA - Bakti Olahraga Djarum Foundation menggelar pelatihan bertajuk Djarum Coaching Clinic untuk atlet-atlet pemula dan pelatih di Tegal, Jawa Tengah. Kegiatan ini melibatkan sejumlah legenda dan pelatih PB Djarum, di antaranya Christian Hadinata, Lius Pongoh, Sigit Budiarto, Tri Kusharjanto, Rendra Wijaya, Meiliana Jauhari, dan Simbarsono. < br/>Selain itu, Djarum Foundation juga mengajak Simon Santoso, mantan pebulutangkis kelahiran Kota Tegal. Keterlibatan Simon karena dia mengaku gerah dengan minimnya bibit pebulutangkis potensial yang berasal dari kota kelahirannya ini. Dengan Djarum Coaching Clinic di GOR Wisanggeni, Kota Tegal, Jawa Tengah, Jumat (24/11/2017), dia berharap ada dampak positif terhadap peningkatan kualitas pelatih dan atlet muda di Tegal.
"Saya melihat perkembangan bulutangkis di Tegal sekarang ini agak mandeg ya. Terus terang saya rindu ada regenerasi dan kemunculan bibit-bibit baru. Makanya saya sangat semangat berpartisipasi di Djarum Coaching Clinic ini. Mudah-mudahan segera ada lagi penerus saya di Tegal," tutur Simon seperti tertulis dalam siaran pers yang diterima SINDOnews, Rabu (29/11/2017).
Coaching clinic diikuti sekitar 60 pelatih serta 250 atlet kelompok U-9 sampai U-14. Mereka berasal dari klub-klub yang tersebar di Tegal, Brebes, dan Slawi. Dalam p elatihan tersebut, Simon langsung memberikan pengajaran kepada para pelatih-pelatih lokal. Menurutnya, perlu ada pemahaman yang benar mengenai teknik dasar bulutangkis dan juga pola pelatihan bagi anak-anak usia dini. Ia berharap ada peningkatan kualitas pelatih di Tegal yang kemudian berimbas pada peningkatan kualitas atlet-atlet muda di Tegal.
"Pelatihan ini penting sekali bagi para pelatih di Tegal. Mungkin ada yang pemahamannya masih salah, maka tadi saya coba terangkan menurut pengalaman dan ilmu saya. Semoga bisa memberikan manfaat," tutur mantan Juara Indonesia Open Superseries 2012 ini.
Program Director Bakti Olahraga Yoppy Rosimin menambahkan, Djarum Coaching Clinic di Tegal ini dimaksudkan agar terjadi transfer pengetahuan dan ketrampilan bermain bulutangkis dari para legenda dan pelatih PB Djarum dengan para pelatih klub dan atlet muda di Tegal dan sekitarnya. "Ini juga sebagai upaya untuk meningkatkan minat masyarakat Tegal terhadap bulutangkis,&qu ot; tuturnya.
Kegiatan kepelatihan ini terbagi dalam tiga sesi. Yaitu pada pagi hari untuk pelatih, dan kemudian dilanjutkan pelatihan untuk pemain usia 9-11 tahun dan pemain usia 12-14 tahun. Khusus bagi pelatih juga diadakan materi di kelas dengan pengajaran teknik dasar dan melatih bulutangkis.
Program Coaching Clinic ini rutin digelar Djarum Foundation. Sebelumnya, acara serupa pernah berlangsung di Bandung, Palembang, Makassar, Manado, Tasikmalaya, Purwokerto, Malang, Cirebon, Cilegon, Kudus, Magelang, Yogyakarta, Bogor, Solo, Banyuwangi, Bandar Lampung, dan Gorontalo.
(amm) Follow Us : Follow @SINDOnewsSumber: Google News | Berita 24 Gorontalo

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »