www.AlvinAdam.com

Berita 24 Gorontalo

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

thumbnail

Posted by On Sabtu, Mei 26, 2018

Go-Jek Perluas Layanan di Gorontalo

GORONTALO, 25/5 (LEI) â€" Penyedia layanan transportasi berbasis aplikasi, Go-Jek memperluas jangkauan layanannya di Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, yang diharapkan dapat mendorong ekonomi setempat.

Strategic Regional Head Kalimantan & Sulawesi Go-Jek Anandita Danaatmadja di Gorontalo, Jumat, mengatakan dengan hadirnya Go-JeK pihaknya berharap bisa membantu masyarakat untuk mendapatkan solusi dan di saat yang sama membantu pekerja sektor informal dan UMKM memperoleh pendapatan lebih melalui teknologi.

“Go-Jek memiliki misi untuk untuk memberikan manfaat sosial semaksimal dan seluas mungkin bagi jutaan masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kehadiran Go-Jek mendorong terwujudnya ekonomi kerakyatan yang tidak hanya menghubungkan para p enjual dan konsumen tetapi pertumbuhan usaha kecil dan mikro serta memberikan peluang nyata bagi peningkatan kesejahteraan para pelaku sektor informal.

Baca juga
  • BI Gorontalo Jadikan Enceng Godok Komoditas Unggulan
  • BI Komitmen Majukan UMKM di Daerah

“Kami berharap solusi yang ditawarkan Go-Jek bisa membantu meningkatkan perekonomian lokal,” kata dia, lagi.

Di Gorontalo, kata Anandita, Go-Jek juga menggandeng para pengemudi becak motor atau yang biasa disebut bentor untuk menjadi mitra Go-Jek.

Kerja sama antara bentor dengan aplikasi ini adalah yang pertama kalinya di Indonesia sehingga dapat mempermudah para mitra pengemudi bentor untuk mendapatkan penumpang dan pesanan lainnya.

Menurutnya, seperti halnya ojek di berbagai kota lain di Indonesia, bentor telah menjadi bagian kehidupan sehari-hari masyarakat Gorontalo. Mereka salah satu yang memegang peranan penting perekonomian rakyat.

“Kami melihat peranan ekon omi bentor tersebut dapat diakselerasi dengan teknologi Go-Jek,” ucap dia.

Anandita mengaku, data Provinsi Gorontalo menunjukkan Gorontalo memiliki 55.669 unit UMKM atau 99 persen dari total keseluruhan industri UMKM di Gorontalo.

Selain itu, Gorontalo juga terkenal dengan kota jasa, dimana sektor jasa ini merupakan kontributor utama PDRB. Potensi kewirausahaan informal dan UMKM inilah yang ingin didorong oleh Go-Jek agar menjadi lebih maju dengan memperluas pasarnya.

“Dengan adanya Go-Jek, konsumen kami di Gorontalo bisa memanfaatkan waktu mereka dengan lebih efisien, seperti untuk belajar, menghabiskan waktu bersama keluarga, melakukan hobi dan lain sebagainya,” tambahnya.

Hal tersebut yang menginisiasi Go-Jek untuk terus tumbuh dan berinovasi memberikan manfaat kepada masyarakat dan berharap semakin banyak angkatan kerja yang terserap dengan hadirnya Go-Jek.

“Sementara, Go-Jek yang akan membantu mereka belanja, beli makanan, hingga men girimkan barang. Dengan adanya Go-Jek, kami berharap masyarakat di Gorontalo bisa hidup tanpa batas,” pungkasnya.

Peresmian hadirnya Go-Jek di Gorontalo dihadiri langsung oleh pihak pemerintah kota yang berlangsung di Kantor Operasional Go-Jek, Kota Gorontalo. [antara]

Perlihatkan Lebih Sumber: Google News | Berita 24 Gorontalo

no image

Posted by On Jumat, Mei 25, 2018

Go Jek kini ada di Gorontalo

Gorontalo, Provinsi Gorontalo (ANTARA News) - Penyedia layanan berbasis aplikasi, Go Jek memperluas jangkauan layanannya ke Gorontalo, Provinsi Gorontalo yang diharapkan dapat mendorong ekonomi setempat.
Kepala Strategi Regional Kalimantan dan Sulawesi (Strategic Regional Head Kalimantan & Sulawesi) Go Jek, Anandita Danaatmadja, di Gorontalo, Jumat, mengatakan, dengan Go Jek hadir di sana, dia berharap bisa membantu masyarakat untuk mendapatkan solusi dan membantu pekerja sektor informal dan UMKM beroleh pendapatan lebih melalui teknologi.
Data menyatakan, Gorontalo memiliki 55.669 unit UMKM.
Ia menjelaskan, kehadiran Go Jek mendorong terwujudnya ekonomi kerakyatan yang tidak hanya menghubungkan para penjual dan konsumen tetapi pertumbuhan usaha kecil dan mikro serta memberikan peluang nyata bagi peningkatan kesejahteraan para pelaku sektor informal.
Di Gorontalo, kata dia, Go Jek juga mengandeng par a pengemudi becak motor atau yang biasa disebut bentor untuk menjadi mitra Go Jek. "Hubungan kerja" antara manajemen Go Jek dan pengemudi sepeda motor bukan seperti hubungan bawahan dengan majikan, melainkan kemitraan.
Namun begitu, pengemudi Go Jek harus membeli jaket dan helm berlogo dan corak paten Go Jek terlebih dahulu sebelum dapat ijin aplikasi agar mereka bisa beroperasi.
Kerja sama antara bentor dengan aplikasi ini adalah yang pertama kalinya di Indonesia sehingga dapat mempermudah para mitra pengemudi bentor untuk mendapatkan penumpang dan pesanan lain. Hal ini mirip dengan kerja sama Go Jek dengan perusahaan taksi terkemuka, Blue Bird.

Pewarta: Adiwinata Solihin
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Sumber: Google News | Berita 24 Gorontalo

thumbnail

Posted by On Jumat, Mei 25, 2018

Fenomena langka, Paus Pembunuh muncul di perairan Indonesia

Paus Pembunuh
Paus Pembunuh / Istimewa

Terkini.id â€" Peneliti Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Makassar menemukan fenomena langka di perairan Indonesia.

Fenomena menarik ini terjadi di perairan Pantai Botubarani, Provinsi Gorontalo pada tanggal 7 Februari dan 26 Maret 2018. Paus Pembunuh atau biasa disebut The Killer Whale (Orcinus orca) terlihat sebanyak 4 ekor di zona interaksi Hiu Paus.

Satu hari sebelumnya masih terlihat Hiu Paus muncul di zona tersebut. Namun setelah kedatangan Orca ini, Hiu Paus menghilang. Fenomena ini sangat langka terjadi di wilayah Indonesia, sehingga peneliti diharapkan bisa melakukan penelitian lebih mendalam. Mengungkap kenapa hal ini bisa terjadi.

“Peneli ti melihat Paus Pembunuh saat melakukan pemantauan Hiu Paus,” kata Kepala BPSPL Makassar Andry Indryasworo S, seperti dilansir BPSPL di website Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Hiu Paus adalah jenis ikan yang dilindungi. Mempunyai sebaran habitat sangat luas di perairan tropis yang hangat suhunya. Mampu bermigrasi ke berbagai penjuru dunia.

Hiu Paus muncul pada periode tertentu di berbagai pantai dangkal yang terletak antara Australia dan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, seperti di Pantai Nusa Tenggara Timur, Teluk Tomini, perairan Lembata, Pulau Solor NTT, Teluk Cendrawasih, Probolinggo, Talisayan Derawan, Bolsel dan pantai Botubarani Gorontalo.

Baca :Formikan dan KKP gelar turnamen bulutangkis

Peneliti berupaya mendata dan mengetahui pola tingkah laku dan waktu kemunculannya di wilayah-wilayah tersebut secara periodik.

Jika data kemunculan Hiu Paus bisa diketahui dengan baik, pemerintah tidak hanya bisa mengeluarkan kebijakan perlindungan. Tapi mema nfaatkan waktu ini sebagai musim ekowisata. Sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat luas.

Hampir semua orang khususnya masyarakat Indonesia, memiliki ketertarikan yang sangat tinggi untuk melihat secara langsung dan menjumpai salah satu hewan terbesar ini. Menurut catatan dari Kelompok Sadar Wisata Botubarani pada 1 Mei hingga akhir Juli 2016, wisata watching di atas perahu 32.043 orang, wisata snorkeling 573 orang, wisata diving 197 orang.

Hanya dalam 3 bulan lebih dari 30.000 orang berkunjung hanya untuk melihat Hiu Paus. Bahkan dalam satu hari bisa 1.000 orang yang datang berkunjung ke pantai Botubarani.

Angka yang cukup fantastis untuk mengangkat ekonomi masyarakat di Gorontalo dari sektor wisata saja.

Mulai awal Nopember 2016, BPSPL Makassar bersama Kelompok Sadar Wisata Botubarani mendata Hiu Paus yang muncul di zona interaksi wisata dengan cara mencatat secara langsung setiap harinya. Sehingga saat ini sudah bisa dilihat kecenderungan waktu-waktu m usim migrasi Hiu Paus muncul di Botubarani.

PenulisMuhammad YunusSumber: Google News | Berita 24 Gorontalo

no image

Posted by On Jumat, Mei 25, 2018

Gorontalo Darurat Narkoba di Era Globalisasi

GLOBALISASI membawa pengaruh penting dalam menyebabkan runtuhnya nilai-nilai luhur anak bangsa. Paham-paham yang di lahirkan oleh globalisasi secara tidak langsung dapat merusak atau bisa dikatakan meruntuhkan nilai-nilai yang tertuang dalam pancasila.

Sebagai contoh bisa dilihat dari maraknya pola hidup yang mengarah pada hal berbau kapitalisme dan juga liberalisme, dimana dalam berkehidupan mereka lebih kepada kesenangan individu per individu yang dalam prosesnya termasuk yaitu penggunanaan narkoba serta zat adiktif lainnya untuk memperoleh kesenangan individualisme ataupun perkelempok. Hal ini tentunya menyimpang dari ideologi pancasila yang bisa dikatakan sangat mengedepankan nilai-nilai negara sebagai satu kesatuan tanpa mencederai setiap elemen bangsa dengan hal- hal berbau penyalahgunaan obat-obatan terlarang.

Masalah penggunaan narkoba memang sudah menjadi suatu hal yang l umrah di Indonesia. Seiring berjalannya waktu, masalah tersebut semakin merambat di berbagai daerah yang salah satunya adalah Gorontalo. Keberadaan narkoba dan zat adiktif lainnya di Gorontalo saat ini sudah sangat memprihatinkan. Kini Gorontalo berada di urutan kelima darurat dalam penggunaan narkoba dan sejenisnya.

Hal ini tentunya harus segera mendapat perhatian khusus dari berbagai pihak terkait agar dapat kembali menjadikan Gorontalo sebagai daerah bebas narkoba atau seminimal mungkin dalam penggunaan narkotika dan zat adiktif lainnya. Menanjaknya posisi Gorontalo di urutan provinsi dengan penggunaan narkotika dan zat adiktif lainnya di Indonesia bisa kita lihat dari berbagai kasus yang terjadi. Mulai dari anak hingga orang dewasa sudah sering terjerat yang namanya narkoba.

Di Gorontalo sendiri untuk rentan usia anak-anak sampai remaja yang sering terjadi adalah menghirup lem. Banyak sekali anak-anak usia sekolah yang menggunakan sebagian besar waktunya untuk meng hirup lem. Pengawasan dari orang tua menjadi suatu hal penting untuk setidaknya dapat mengurangi hal ini.
Selain mengincar anak-anak narkotika dan zat adiktif lainnya juga sangat merambat terhadap orang dewasa.

Bahkan pasangan dari salah satu elemen eksekutif di kota Gorontalo pun menjadi korban keganasan narkoba. Hal ini semakin memperkokoh kekuatan narkoba untuk kita perangi bersama. Namun sejauh ini pemprov Gorontalo bersama dinas terkait sudah melakukan sinergi agar dapat mengurangi atau bahkan menghilangkan penggunaan narkoba di Gorontalo.

Akan tetapi hal ini tentunya tidak akan berjalan efektif apabila tidak adanya dukungan penuh dari masyarakat. Dalam masalah yang sudah bisa dikatakan lumrah ini diperlukan persatuan dari seluruh elemen negara agar dapat mengurangi atau bahkan menghapus keberadaan narkoba di Indonesia.

Di era globalisasi ini, salah satu penyebab maraknya penggunaan narkoba yaitu minimnya pendidikan berkualitas bagi putra dan putr i bangsa yang diperkhususkan untuk mengetahui, memperdalam serta mengimplementasikan keseluruhan dari nilai-nilai yang terdapat dalam ideologi pancasila.

Sejauh ini pendidikan pancasila yang diperoleh dari jenjang sekolah hingga jenjang perkuliahan barulah sebatas pengetahuan yang sebagian besarnya tidak diiringi dengan pengajaran pengimplementasian dari nilai-nilai pancasila itu sendiri. Seharusnya pendidikan mampu menjadi salah satu tembok besar selain keimanan yang dapat menghangdang berbagai jenis masalah yang salah satunya yaitu penggunaan narkoba.

Pancasila yang sudah menjadi pedoman kehidupan tentunya juga dapat membentengi berbagai macam penyimpangan seperti penggunaan narkoba apabila di jalankan dengan baik oleh warga negara. Hal ini yang seharusnya dibenahi oleh pemerintah khususnya pihak terkait agar dalam proses bernegara setiap individu dapat berjalan sesuai koridor pancasila tanpa melakukan suatu penyimpangan.

Selain adanya pendidikan tentang panca sila para anak bangsa juga harus disokong dan diperkuat tentang pendidikan anti narkoba disetiap jenjang pendidikan. Hal ini juga menjadi suatu lahan saran bagi pemerintah agar menciptakan suatu bahan ajar baru tentang gerakan anti narkoba sejak dini. Pendidikan anti narkoba ditambah dengan pendidikan pancasila bisa dikatakan sebagai formula yang pas untuk memerangi keberadaan narkotika dan zat adiktif lainnya di Indonesia.

Masalah-masalah tersebut tentunya harus segera diperbaiki oleh seluruh elemen negara, bukan hanya pemerintah tetapi juga dari setiap individu warga negara. Sikap selektif terhadap pengaruh globalisasi merupakan suatu sikap yang menunjukkan pengaruh globalisasi tanpa menghilangkan jati diri kepribadian bangsa guna mewujudkan dan menerima pengaruh globalisasi didasarkan pada pancasila yang memiliki kedudukan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.

Artinya keberadaan globalisasi seharusnya lebih menguntungkan bagi seluruh warga negara buk an melainkan melahirkan paham-paham baru sehingga menyebabkan semakin bermunculan berbagai penyimpangan yang salah satunya yaitu penggunaan narkoba. (*)

Oleh : Karlieza Stephiani Wolok
Penulis adalah Mahasiswa Fakultas Teknik di Universitas Brawijaya Malang

Sumber: Google News | Berita 24 Gorontalo

no image

Posted by On Kamis, Mei 24, 2018

Hadapi Liga 3 dan Piala Indonesia, Skuad Tidak Jauh Berubah

GORONTALO â€" Hargo.co.id â€" Musim kompetisi sepakbola 2018 bagi Persidao diprediksi akan cukup berat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, selain akan mengikuti Liga 3 tim asuhan pelatih Romy Malanua tersebut juga akan berjibaku diajang Piala Indonesia 2018.

Pelatih Persidago, Romy Malanua kepada Gorontalo Post mengatakan, secara keseluruhan tim untuk sementara siap menghadapi Liga 3 dan Piala Indonesia. Hanya memang beberapa pemain yang sebelumnya memperkuat tim pada ajang Play Off Liga 3 musim lalu kemungkinan besar tidak bisa lagi bergabung karena faktor usia.

“Pada dasarnya pemain yang akan memperkuat tim sudah siap. Mereka sebagian besar yang memperkuat tim di ajang play off Liga 3 musim lalu,” kata Romy Malanua.

Sementara itu, untuk jadwal latihan sendiri rencananya untuk menghadapi Piala Indonesia skua d Persidago akan memulai latihan 15 hari sebelum kick off Piala Indonesia.

“Kemarin saya sudah ketemu langsung manajer tim pak Helmin Hippy, rencananya latihan untuk Piala Indonesia itu 15 hari sebelum kickoff tanggal 24 Juni mendatang atau setelah lebaran. Jadi saya rencanakan anak-anak latihan 15 hari sebelum pertandingan,” jelas Romy Malanua.

“Info terakhir juga, pertandingan Piala Indonesia antara Persidago menghadapi Matra Mamuju akan dilangsungkan di stadion 23 Januari Telaga,” tambahnya. (ysn)

Sumber: Google News | Berita 24 Gorontalo